Sifat wajib bagi Allah yg ketiga adalah : Al-Baqo ( البقاء ) = Kekal.
Al-Baqo maknanya : Bahwa Allah subhaanahu wa ta'ala maha kekal, tidak memiliki batas akhir.
Dan ADAnya Allah berbeda dgn adanya makhluq yg memiliki batas akhir, yaitu " binasa " ( wafat ).
Karena Dzat Allah yg telah ditetapkan bagiNya memiliki sifat terdahulu ( القدم ), maka jg wajib bagiNya memiliki sifat kekal ( البقاء ).
Adapun dalil yg menunjukkan akan wajibnya sifat " maha kekal " bagi Allah, adalah :
Firman Allah ta'ala :
وَ يَبقَى وَجهُ رَبِّكَ ذُو الجَلاَلِ وَ الإِكرَامِ ( الرحمن : ٢٧ )
Adapun makna kalimat " al - wajhu " disini adalah " DzatNya ".
Kalimat الوجه ( Al-Wajhu ), tidak boleh diartikan dgn " MukaNya " Allah, krn hal tersebut adalah penafsiran yg bathil, yg menserupakan Allah dgn MakhluqNya, dan dpt menyebabkan kekufuran, akan tetapi yg dimaksud dlm ayat ini adalah : " Maha kekal Dzat Allah Subhaanahu Wa Ta'ala ".
Al-Imam Abu ja'far Ath-Thohawi didalam kitabnya " Al-Aqidah Ath-Thohawiyyah " beliau menjelaskan:
فَمَن وَصَفَ اللّهَ بِمَعنًى مِن مَعَانِي البَشَرِ فَقَد كَفَرَ
" Barang siapa yg mensifati Allah dgn sifat2 makhluqNya ( bertempat, memiliki muka,tangan,kaki dsb sbgmn layaknya makhluq ), maka Ia telah kufur.
Dalam ayat lain Allah berfirman :
كُلُّ شَيئٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجهَهُ
Imam Bukhori mentakwil ayat tersebut :
إِلَّا وَجهَهُ أي إِلَّا مُلكَهُ
Yg dimaksud dgn kalimat وجهه " wajh " disini adalah : KekuasaanNya.
Dan sifat Baqo atau kekal yg wajib bagi Allah ta'ala disini adalah " Baqo' Dzaatiy " artinya : Tidak ada sesuatupun yg wajib memiliki sifat " Maha Kekal " selain Dzat Allah Subhaanahu Wa Ta'ala.
Adapun sifat kekal bagi sebagian makhluqNya seperti : Surga dan Neraka itu bukanlah " Baqo' Dzaatiy ", karena Surga dan Neraka adalah makhluq yg diciptakan oleh Allah, dan makhluq itu mustahil kekal dzatnya.
Sedangkan kekalnya Surga dan Neraka diakherat nanti, itu karena dikekalkan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'ala.
" ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH ".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar